Terima Kasih Telah Mengirim Lamaran Semburan Air di Ngawi Ibarat Hujan Lebih Awal Bagi Petani Pada Situs Resmi Ke Perusahaan Diatas, Untuk Melihat Lowongan Kerja Via Email Maupun Secara Langsung Seperti, CPNS 2018, BUMN Lainnya, Silahakan Lihat Lowongan Kerja Lainnya Di Bawah Ini Untuk Lulusan SMK, SMA, D3, S1 Di Kawasan Industri Tanjung Morawa, Belawan, Binjai, Medan Sekitarnya di bawah ini.

Semburan Air di Ngawi Ibarat Hujan Lebih Awal Bagi Petani

Update:
Akses Situs Ini Lebih Cepat Tanpa Iklan Dengan Menginstall APP Android KARER.ID pada Smartphonemu. Klik Disini Untuk Menginstall

Home » Berita Hari Ini Sabtu 20 Oktober 2018 » Gosip Artist » Semburan Air di Ngawi Ibarat Hujan Lebih Awal Bagi Petani

Oleh : Sulastri Habeahan on pada Jumat 10 Agustus 2018, 17:45 WIB

Semburan Air di Ngawi Ibarat Hujan Lebih Awal Bagi Petani Ngawi - Sudah enam hari semburan air di Ngawi terus menyembur. Selama itu pula air terus ditumpahkan dari perut bumi. Air itu menjadi berkah bagi para petani di musim kemarau ini.

Dari pengamatan detikcom, Jumat (10/8/2018), semua sawah di areal semburan air terlihat basah. Sebelumnya, semua sawah rata-rata kering karena musim kemarau. Sawah di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren merupakan sawah tadah hujan.

Jika musim kemarau, sebagian besar petani menanami sawahnya dengan palawija yang tak membutuhkan banyak air. Memang ada yang menanam padi, terutama petani yang mempunyai sumur pompa.

Dan praktis pengairan hanya mengandalkan dari sumur pompa. Bagi yang tidak punya sumur pompa, bisa membeli air dari pemiliknya. Dengan adanya semburan air ini, semuanya berubah.


Air semburan dengan cepat mengalir ke petak-petak sawah yang ada. Air tersebut membasahi jagung dan kedelai yang telah ditanam. Air yang mengalir tak menggenang, cukup membasahi semua areal persawahan yang cukup luas tersebut. Bagi petani, semburan ini adalah musum hujan yang datang lebih awal.

Bahkan ada petani yang mencoba akan menanam padi dengan adanya limpahan air ini. "Ini saya sedang mencangkul buat ditanan padi, Mumpung ada air melimpah. Lumayan, dapat air gratis. Biasanya harus bayar untuk beli air. Biaya Rp 20-25 ribu setiam jam," ujar Budin, salah satu petani warga Desa Sidolaju.

Bila semburan itu disyukuri para petani, tapi tidak untuk Mujianto, Mujianto adalah petani yang sumur pompanya menyemburkan air setinggi 30 meter. Dengan adanya semburan ini, Mujianti justru tak bisa bercocok tanam.


Bibit padi yang disemaikan di sawahnya tergenang dan sebagian mati, sehingga ia tak bisa menanamnya. "Mau menanam belum boleh ini masih belum ada kepastian dari pemkab Ngawi. Padahal bibit benih padi saya sudah siap untuk ditanam," keluh Mujianto.

Hingga hari ini, lokasi semburan masih didatangi pengunjung. Warga terus saja berdatangan karena penasaran. Pihak kementerian ESDM telah mengambil sampel air untuk diteliti di Laboratoroum. Lokasi semburan air bercampur pasir itu berada di 100 meter selatan ruas tol Ngawi-Mantingan yang belum selesai pembangunannya. Tepatnya di KM 563+600 Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Ngawi.
(iwd/iwd)
Semburan Air di Ngawi Ibarat Hujan Lebih Awal Bagi Petani | Bang Naga | on Jumat 10 Agustus 2018, 17:45 WIB | Rating 4.5
Selengkapnya >>