Terima Kasih Telah Mengirim Lamaran 50 Persen Wilayah Pangandaran Kekeringan, Kebakaran Lahan Hantui Warga Pada Situs Resmi Ke Perusahaan Diatas, Untuk Melihat Lowongan Kerja Via Email Maupun Secara Langsung Seperti, CPNS 2018, BUMN Lainnya, Silahakan Lihat Lowongan Kerja Lainnya Di Bawah Ini Untuk Lulusan SMK, SMA, D3, S1 Di Kawasan Industri Tanjung Morawa, Belawan, Binjai, Medan Sekitarnya di bawah ini.

50 Persen Wilayah Pangandaran Kekeringan, Kebakaran Lahan Hantui Warga

Update:
Akses Situs Ini Lebih Cepat Tanpa Iklan Dengan Menginstall APP Android KARER.ID pada Smartphonemu. Klik Disini Untuk Menginstall

Home » Berita Hari Ini Sabtu 21 September 2019 » Gosip Artist » 50 Persen Wilayah Pangandaran Kekeringan, Kebakaran Lahan Hantui Warga

Oleh : Sulastri Habeahan on pada Rabu 11 September 2019, 17:23 WIB

50 Persen Wilayah Pangandaran Kekeringan, Kebakaran Lahan Hantui Warga Pangandaran - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mengajukan status darurat bencana Kekeringan kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran. Permohonan status darurat dilatarbelakangi persebaran titik kekeringan yang sudah melebihi 50 persen dari 93 desa di Kabupaten Pangandaran.

"Minggu ini sudah kami ajukan untuk mendapat SK Bupati soal status darurat bencana kekeringan," ujar Kepala BPBD Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena kepada detikcom, Rabu (11/9/2019).


Nana menjelaskan, melalui penetapan status darurat, Pemerintah Kabupaten Pangandaran bisa mengeluarkan alokasi dana darurat untuk penanggulangan bencana yang terjadi.

"Kami berharap penetapan status darurat dalam waktu dekat, mengingat saat ini BPBD, Dinas Sosial maupun PMI yang menangani distribusi bantuan air bersih sudah sangat kewalahan," ujar Nana.

Menurut Nana, kini titik kekeringan merata di 10 kecamatan. Tiga kecamatan terparah adalah Padaherang, Pangandaran dan Parigi. "Umumnya di kawasan dataran tinggi," kata dia.


Selain ketiadaan air bersih, kekeringan juga memicu kebakaran lahan. Dalam sebulan terakhir, kata dia, intensitas kebakaran lahan semakin sering.

Lahan yang terbakar, kata Nana, utamanya adalah semak-semak yang tidak produktif. Namun begitu, risiko yang lebih besar adalah jika api merambat ke permukiman penduduk.

50 Persen Wilayah Pangandaran Kekeringan, Kebakaran Lahan Hantui WargaFoto: Dok. BPBD Pangandaran
Ia berasumsi, ada beberapa faktor penyebab kebakaran lahan. Pertama, kata dia, ada indikasi pembakaran lahan disengaja untuk membuka ladang garapan pertanian.

Kedua, menurut Nana, api merembet dari aktivitas pembakaran sampah. Dan ketiga, api berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan.

"Maka dari itu kami mengimbau, kalau membakar sampah, ditunggu sampai padam. Dan hati-hati kalau membuang puntung rokok," ujar Nana.
(tro/tro)
50 Persen Wilayah Pangandaran Kekeringan, Kebakaran Lahan Hantui Warga | Bang Naga | on Rabu 11 September 2019, 17:23 WIB | Rating 4.5
Selengkapnya >>