Terima Kasih Telah Mengirim Lamaran Alat Identifikasi Kayu RI Mejeng dalam Konferensi di Polandia Pada Situs Resmi Ke Perusahaan Diatas, Untuk Melihat Lowongan Kerja Via Email Maupun Secara Langsung Seperti, CPNS 2018, BUMN Lainnya, Silahakan Lihat Lowongan Kerja Lainnya Di Bawah Ini Untuk Lulusan SMK, SMA, D3, S1 Di Kawasan Industri Tanjung Morawa, Belawan, Binjai, Medan Sekitarnya di bawah ini.

Alat Identifikasi Kayu RI Mejeng dalam Konferensi di Polandia

Update:
Akses Situs Ini Lebih Cepat Tanpa Iklan Dengan Menginstall APP Android KARER.ID pada Smartphonemu. Klik Disini Untuk Menginstall

Home » Berita Hari Ini Selasa 18 Desember 2018 » Gosip Artist » Alat Identifikasi Kayu RI Mejeng dalam Konferensi di Polandia

Oleh : Sulastri Habeahan on pada Kamis 06 Desember 2018, 20:40 WIB

Alat Identifikasi Kayu RI Mejeng dalam Konferensi di Polandia Jakarta - Xylarium Bogoriense dan Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO) Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi (BLI) tampil dalam talkshow yang digelar dalam Paviliun Indonesia di ajang Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP24) di Katowice, Polandia.

Talkshow tersebut menyedot banyak perhatian pengunjung COP24, yang secara khusus mengikuti sesi C12 yang bertema Xylarium Bogoriense 1915: Variation in Carbon Storage Among Wood Species.

Seperti diketahui Xylarium ini merupakan salah satu kebanggaan BLI Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Selain sebagai rujukan utama dalam identifikasi kayu, Xylarium Bogoriense juga menyimpan banyak manfaat strategis, antara lain mendukung upaya mitigasi dan penyimpanan stok karbon.

"Terdapat kaitan yang sangat erat antara keragaman jenis kayu dan penyerapan karbon. Oleh karenanya, hal tersebut merupakan topik penting yang harus dikembangkan untuk mendukung aksi mitigasi perubahan iklim," ujar Kepala BLI Agus Justianto dalam keterangan tertulis, Kamis (6/12/2018).


Menurut peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH) Krisdianto, Xylarium Bogoriense memiliki manfaat strategis untuk perhitungan kandungan karbon dalam kayu dan produk kayu.

"Bahkan, Xylarium Bogoriense ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan faktor emisi Indonesia dan memprediksi pola perubahan iklim ke depan," jelas Krisdianto.

Selain itu, dalam talkshow juga dipromosikan AIKO yang dikembangkan dengan menggunakan basis data Xylarium Bogoriense. AIKO adalah alat identifikasi kayu otomatis berbasis computer vision.

Adapun keunggulannya yaitu AIKO mampu memangkas waktu identifikasi kayu hingga hitungan detik, yang selama ini dilakukan secara manual dan memerlukan waktu 1-2 minggu. AIKO merupakan hasil kerja sama penelitian antara P3HH dan Pusat Penelitian Informatika (P2I) LIPI.


"AIKO dapat mendukung peningkatan kinerja pelaku usaha dan industri perkayuan, meningkatkan PNBP, dan utamanya membantu mempercepat proses penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan, terutama dalam penyelesaian konflik penentuan jenis kayu," ungkap peneliti P3HH Ratih Damayanti.

Sementara itu Kepala P3HH Dwi Sudharto, yang turut hadir dalam COP24 tersebut berharap Xylarium Bogoriense dapat terus dikembangkan dan diperkaya dengan data dan informasi. Dengan demikian kemanfaatannya akan semakin meningkat, dan AIKO dapat segera diaplikasikan secara luas.

Xylarium Bogoriense yang dikelola oleh P3HH-BLI, saat ini merupakan xylarium dengan jumlah spesimen otentik terbesar di dunia (193.858 spesimen otentik, 110 suku, 785 marga dan 3.667 spesies). Hal tersebut telah diakui secara internasional oleh International Assosiation of Wood Anatomists (IAWA).

Oleh karenanya, basis data Xylarium Bogoriense memiliki manfaat besar sebagai sumber informasi ilmiah jenis kayu, pemetaan jenis kayu, dan bahan rujukan utama dalam identifikasi kayu bagi lembaga penegak hukum, bea dan cukai, praktisi dan akademisi.
(idr/idr)
Alat Identifikasi Kayu RI Mejeng dalam Konferensi di Polandia | Bang Naga | on Kamis 06 Desember 2018, 20:40 WIB | Rating 4.5
Selengkapnya >>