Terima Kasih Telah Mengirim Lamaran Naik Kereta Api 13 Jam ke Moskow Demi Ikut Nyoblos Pada Situs Resmi Ke Perusahaan Diatas, Untuk Melihat Lowongan Kerja Via Email Maupun Secara Langsung Seperti, CPNS 2018, BUMN Lainnya, Silahakan Lihat Lowongan Kerja Lainnya Di Bawah Ini Untuk Lulusan SMK, SMA, D3, S1 Di Kawasan Industri Tanjung Morawa, Belawan, Binjai, Medan Sekitarnya di bawah ini.

Naik Kereta Api 13 Jam ke Moskow Demi Ikut Nyoblos

Update:
Akses Situs Ini Lebih Cepat Tanpa Iklan Dengan Menginstall APP Android KARER.ID pada Smartphonemu. Klik Disini Untuk Menginstall

Home » Berita Hari Ini Rabu 17 Juli 2019 » Gosip Artist » Naik Kereta Api 13 Jam ke Moskow Demi Ikut Nyoblos

Oleh : Sulastri Habeahan on pada Senin 15 April 2019, 19:23 WIB

Naik Kereta Api 13 Jam ke Moskow Demi Ikut Nyoblos Moskow - Mohammad Farhan Ramadhan, mahasiswa Indonesia penerima beasiswa dari Pemerintah Rusia di Kazan Federal University, rela menempuh perjalanan 13 jam naik kereta api dari kota Kazan menuju Moskow yang berjarak sekitar 816 kilometer untuk menggunakan hak suaranya dalam pemilu 2019.

"Ini pemilu pertama saya dan saya ingin mempunyai andil juga dalam menyalurkan hak suara saya sebagai warga negara demi bangsa Indonesia. Saya sengaja datang dan tidak menggunakan jasa pos karena ingin bersilaturahmi dengan sesama warga Indonesia di Rusia," ungkap Farhan sambil menikmati bubur ayam yang disiapkan oleh PPLN Moskow. Demikian seperti disampaikan keterangan pers KBRI Moskow yang diterima detikcom, Senin (15/4/2019).

Lain lagi dengan cerita Ni Made Setyawati, seorang pekerja terampil di salah satu Spa Therapy di Moskow. Bersama sekitar 30 orang temannya sesama spa terapis, dia sengaja datang pagi-pagi sejak pemungutan suara dibuka pukul 08.00 waktu setempat. "Kita sengaja datang pagi-pagi karena pukul 12.00 kita mulai kerja dan pihak perusahaan mengizinkan kita datang pagi-pagi," kata Ni Made.

WNI di Rusia gunakan hak suaranyaWNI di Rusia gunakan hak suaranya Foto: Dok. KBRI Moskow

Sementara yang lain ada yang datang hanya 2 jam karena masalah izin, namun tidak sedikit yang menunggu sampai selesai acara karena mengambil cuti.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, sempat berbincang dengan mereka dan menanyakan tentang kesan-kesan selama bekerja di Rusia. Mereka mengatakan selama ini tidak masalah, gaji selalu tepat waktu dan sesuai kontrak serta akomodasi cukup memadai.

Hadir juga delapan pekerja profesional yang bekerja untuk perusahaan LG yang direkrut dari LG Indonesia. Mereka mengaku sudah 3 tahun di Rusia, namun belum melakukan lapor diri ke KBRI Moskow. Kesempatan pemilu dimanfaatkan mereka untuk lapor diri dan sekaligus menyalurkan haknya sebagai WNI.

Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, M Wahid Supriyadi, juga ikut menggunakan hak suaranyaDubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, M Wahid Supriyadi, juga ikut menggunakan hak suaranya Foto: Dok. KBRI Moskow

Saat ini, WNI yang tercatat di Rusia berjumlah 1.033 orang. Namun, secara keseluruhan diperkirakan jumlahnya mencapai sekitar 1.300 orang. Hampir separuhnya adalah mahasiswa, selebihnya berasal dari kalangan tenaga terampil, profesional, keluarga besar KBRI Moskow dan diaspora (masyarakat kawin campur).

Dinginnya musim semi kota Moskow yang mencapai nol derajat Celsius dan disertai rintik hujan salju, tidak menyurutkan antusias WNI di kota Moskow dan sekitarnya untuk mendatangi Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) di KBRI Moskow pada Minggu, 14 April 2019. Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Anggota DPR 2019 yang dilaksanakan pukul 08.00-18.30 berjalan lancar hampir tanpa hambatan.

Menurut Ketua PPLN, Lusy Surjandari, satu-satunya kasus adalah adanya lima orang WNI yang tidak dapat mencoblos karena status mereka sebagai turis dan tidak membawa formulir A5 (pindahan), sementara tiga temannya dapat memilih karena telah mengantongi formulir A5.

Usai mencoblos, para WNI di Rusia asyik menyantap hidangan yang disediakanUsai mencoblos, para WNI di Rusia asyik menyantap hidangan yang disediakan Foto: Dok. KBRI Moskow

Suasana penuh keakraban terlihat sepanjang pelaksanaan Pemilu. Tampak cukup banyak WNI yang masih bergerombol hingga berakhir acara, sambil menikmati makanan yang disiapkan panitia. Di pojok lain mereka asyik berbelanja produk makanan Indonesia seperti mie instan, kecap, bumbu instan, dan makanan kecil.

"Mie instan yang paling dicari dan dalam beberapa jam langsung ludes," kata Dubes Wahid. Memang produk ini untuk jenis kemasan belum masuk Rusia, namun Dubes Wahid memastikan sebentar lagi salah satu merk produk mie instan Indonesia akan menghiasi toko-toko/ supermarket di Rusia.

Sementara Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) Moskow, Enjay Diana, terus memberikan informasi tentang tata cara pencoblosan dan memastikan bahwa surat suara yang diberikan asli, bersih dan tidak ada coretan atau lubang apa pun. Proses perhitungan suara akan dilakukan secara terbuka untuk umum dan serentak dengan 130 PPLN lainnya di 96 negara pada tanggal 17 April 2019 siang, hari yang sama dengan perhitungan suara di Indonesia.

Setelah pemungutan suara selesai dilakukan, kotak suara disegelSetelah pemungutan suara selesai dilakukan, kotak suara disegel Foto: Dok. KBRI Moskow

Sebanyak 370 warga Indonesia telah menyalurkan hak suara mereka secara langsung di TPSLN KBRI Moskow pada pemilu kali ini. Jumlah ini mencapai 63,5% dari 583 warga Indonesia yang sudah mendaftarkan diri sebelumnya melalui PPLN Moskow untuk pemilihan langsung. Dari jumlah 370 orang tersebut, terdiri dari 223 wanita dan 147 pria. Di samping itu, hingga tanggal 14 April 2019 PPLN Moskow telah menerima 183 surat suara melalui pos dan masih menantikan diterimanya surat suara melalui pos lainnya hingga tanggal 17 April 2019 pagi. Sebanyak 513 surat suara telah dikirimkan oleh PPLN Moskow sejak 14 Maret 2019.

Dubes Wahid dan istri menggunakan hak suaranya di pagi hari dan turut pula mengikuti rangkaian kegiatan pemilu hingga penutupan acara. "Saya sangat mengapresiasi partisipasi warga Indonesia yang sangat antusias dan tertib untuk menyalurkan hak suara mereka pada Pemilu 2019 ini, walaupun hari ini cuaca masih dingin dan sempat turun hujan salju," ungkap Dubes Wahid.


(nvc/mea)
Naik Kereta Api 13 Jam ke Moskow Demi Ikut Nyoblos | Bang Naga | on Senin 15 April 2019, 19:23 WIB | Rating 4.5
Selengkapnya >>